Jatim Tingkatkan Kapasitas Pelayanan Informasi Publik ke Kaltim


SAMARINDA –  Pemprov Jatim melalui Dinas Koperasi dan UMKM Jatim melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim. Kunker dalam rangka memperoleh informasi tentang pelayanan informasi publik dan penanganan pengaduan masyarakat.

“Kita ingin meningkatkan kapasitas pelayanan informasi publik dan penanganan pengaduan yang melekat pada Dinas Koperasi dan UMKM,” kata Ketua Rombongan yang merupakan Kasubag TU Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Agus Winarto ketika ditemui, di Kantor Diskominfo Kaltim, Kamis (26/6).

Agus Winarno melakukan kunker ditemani 12 orang jajaran Dinas Koperasi dan UMKM Jatim. Kedatangan mereka disambut Plt Kepala Diskominfo Kaltim, Akhmad Mulyadi, Kasi Pengolahan Informasi, Aris Sampe, Kasi Telematika, Mushadillah, Panitra Komisi Informasi (KI) Kaltim, Sutarwo, dan beberapa staf lingkup Diskominfo Kaltim.  

Agus Winarno melanjutkan, Diskominfo Kaltim seperti diketahui menjadi tolok ukur pelayanan informasi publik, karena menyabet prestasi terbaik nasional penyelenggara keterbukaan informasi publik (KIP) kategori pemprov pada 2013.

Meskipun Jatim merupakan provinsi yang lebih besar, belum tentu semuanya lebih baik. Masih ada hal positif yang perlu diadopsi dari Pemprov Kaltim.

“Diskominfo Kaltim dinilai baik. Pelayanan informasi publik Jatim juga kalah. Bahkan belum masuk 10 besar. Makanya perlu diupayakan peningkatan kompetensi layanan publik ke daerah yang dianggap menjadi tolak ukur,” akunya.

Setelah ini, pihaknya mengaku akan mulai menerapkan sistem palayanan berbasis Teknologi Informasi (TI) untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Kondisinya, pelayanan brosus permohonan infomasi masil dilakukan secara manual.

“Di sini sudah berbasis TI, sehingga lebih mudah. Program seperti ini yang akan diadopsi di Jatim,” katanya.

Sementara itu, Akhmad Mulyadi mengapresiasi kedatangan rombongan Dinas Koperasi dan UMKM Jatim. Diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik dan kerjasama Pemprov Kaltim dengan Pemprov Jatim yang telah terjalin sejak lama.

“Dulu Pemprov Kaltim pernah belajar pengelolaan pengadaan secara elektronik (e-procurement) ke Jatim. Bahkan dilakukan pendatanganan nota kespahaman (MoU) kerjasama pemanfaatan sistem informasi e-procurement,” aku Akhmad Mulyadi. (arf)