Melalui Aplikasi SIDIK Pemprov Kaltim Targetkan Raih Kategori Badan Publik Informatif

Samarinda ——-Sistem Integrasi  Daftar Informasi Publik  yang disebut (SIDIK) merupakan salah satu inovasi yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur yang peruntukannya  untuk diterapkan Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Provinsi Kalimantan Timur  dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik.

Inovasi ini diharapkan dapat mengantarkan kembali posisis Kaltim  dalam kategori informatif penghargaan nasional keterbukaan informasi yang dulu menjadi langganan pemprov Kaltim.

Melalui SIDIK masyarakat dapat dengan mudah mengetahui dimana mencari informasi yang dibutuhkan terkait pelayanan publik yang diselenggarakan badan publik, dalam hal ini instansi pemerintah daerah sehingga dapat memperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat.

Untuk itu Diddy Rusdinasyah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinasi Kalimantan Timur yang juga sebagai Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Provinsi Kalimantan Timur memberikan pelatihan pengelolaan aplikasi SIDIK  yang sumber daya manusianya dari PPID Pembantu disetiap Perangkat Daerah Kamis  (24/01). Kegiatan dimaksud memberikan pembekalan kepada admin dalam mengelola dan menginput data melalui Aplikasi SIDIK.

“ada perasaan bangga jika keberhasilan Kaltim merahi peringkat kategori informatif keterlibatan semua unsur Perangkat Daerah. Mari secara bersama kita tingkatkan kualitas layanan kita dibidang Keterbukaan Informasi ”ujar Diddy saat membuka kegiatan pelatihan Admin SIDIK.

Kegiatan direncanakan akan diselenggarakan dua kali, kegiatan pertama 17 perangakat daerah yang turut berpartisipasi. Sisanya akan mengkuti pelatihan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. (WIN)

Balikpapan Duduki Tahta Tertinggi Panji Keberhasilan DI Kaltim

HUT Provinsi Kalimantan Timur Ke-62 kembali menjadi momentum membahagiakan bagi warga Kota Balikpapan, pasalnya Balikpapan kembali menjadi Juara Umum dengan mendapatkan 18 panji-panji keberhasilan pembangunan di Kalimantan Timur.

Rizal Effendi menyampaikan bahwa pencapaian ini masih tidak sempurna, namun ini merupakan langkah nyata yang sudah tepat.

Adapun 19 panji-panji keberhasilan tersebut yaitu : bidang pencegahan dan pemberantasan korupsi, bidang keberhasilan keterbukaan informasi publik, bidang industri, bidang perdagangan, bidang koperasi, bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap, bidang perhubungan, bidang pendidikan, bidang apresiasi bunda PAUD.

Kemudian panji keberhasilan bidang kebudayaan kota, bidang kesehatan, bidang perpustakaan dan minat baca, bidang pelayanan administrasi terpadu kecamatan (PATEN), bidang kepemudaan, bidang pengerak PKK berprestasi, bidang penyelenggaraan penanggulangan bencana daerah, bidang lingkungan hidup, bidang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil kategori serta bidang pariwisata kategori kota.

“Ini semua berkat kinerja banyak pihak dan juga kritik serta masukan dari warga kota Balikpapan tercinta”,tukas Rizal, bertempat di GOR Utama Madya Sempaja Samarinda.

Diharapkan dengan adanya penghargaan melalui panji-panji keberhasilan ini dapat meningkatkan gairah Kabupaten/Kota lainnya di Kaltim untuk meningkatkan daya saing daerah.

Pembangunan Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) Dilanjutkan

Samarinda–Perusahaan daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya (MBS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) telah berkomitmen mempercepat pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) Kutai Timur.  Bukti komitmen itu ditandai dengan telah  dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Utama (Dirut) Melati Bhakti Sayta Agus Dwitarto dengan Bupati Kutai Timur H Ismunandar.

Penandatanganan perjanjian kerja sama disaksikan langsung Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor di Ruang Rapat Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (3/1). Tegas Gubernur Isran Noor mengatakan pembangunan dan keberadaan infrastruktur menjadi syarat wajib sebagai daya tarik investor datang dan mau menanamkan modal usahanya di kawasan industri.

Salah satu bangunan yang sudah berdiri di kawasan Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).

Menurut dia, keberadaan KEK MBTK menjadi salah satu urat nadi perekonomian daerah selain kawasan ekonomi lainnya di Kaltim bahkan kawasan tersebut diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, lanjutnya bagaimana saat ini pihak pengelola (MBS) bersama pemerintah setempat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan ketersediaan fasilitas kawasan agar investor tertarik dan berinvestasi di Maloy. “Infrastruktur jadi gula untuk mendatangkan semut di kawasan ekonomi kita. Kerja sama ini untuk percepatan pembangunan dan pengembangan MBTK guna mendongkrak ekonomi Kaltim,” ungkapnya.

Gubernur berharap setelah penandatanganan perjanjian kerja sama maka kawasan MBTK segera berfungsi didukung kelengkapan berbagai sarana dan prasarana serta fasilitas kawasan ekonomi.

Sementara Dirut MBS Agus Dwitarto mengemukakan saat ini pihaknya didukung Pemkab Kutim sudah membebaskan atau mensertifikasi lahan KEK Maloy seluas 509 hektar didukung infrastruktur jalan. “Selain pintu gerbang yang menjadi persyaratan KEK. Juga, sarana dan prasarana kawasan serta fasilitas seperti air bersih dan listrik terus dipercepat,” ujarnya.

Menara Komunikasi sudah berdiri di kawasan MBTK, Kedepan operator akan mengisi
Base Transceiver Station (BTS) untuk mengaktifkan jaringan komunikasi di wilayah ini.

Hadir Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim H Ichwansyah dan Sekretaris Kabupaten Kutai Timur Irawansyah, Kadis Kominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kaltim Ismiati.